Rabu, 30 Maret 2011

Ayo Berburu

Local Trademark dan Produk Peranakan Kemanapun kaki melangkah, penganan tradisional pasti bisa Anda temukan di setiap daerah yang dikunjungi. Bertamasya ke ranah Aceh, Anda akan menemukan Mi Aceh. Bergerak sedikit ke bagian bawah, Anda akan menemukan daerah Minangkabau dengan hidangan Nasi Kapau yang kaya akan lauk pauk bersantan. Aneka hidangan yang jadi ciri khas di berbagai daerah, bisa Anda temukan seiring perjalanan menyusuri negeri ini. Sayur Asem di Jawa Barat, Gudeg di Yogyakarta, Roa di Manado, hingga Papeda di Papua. Setiap hidangan khas ini memberi sumbangan bagi kekayaan ragam kuliner Indonesia.
Selain makanan khas daerah, Indonesia juga memiliki jenis hidangan lain yang ikut memperkaya koleksi kuliner tanah air, yaitu makanan peranakan. Istilah “peranakan” diartikan berbeda-beda oleh sejumlah ahli kuliner dan budaya Indonesia- Bondan Winarno, “Bapak” Jalan sutra, mengartikan makanan peranakan sebagai perpaduan antara makanan Cina dan makanan pribumi yang terjadi akibat percampuran kedua budaya tersebut. Namun, menurut JJ Rizal, peneliti sejarahdi Komunitas Bambu, makanan peranakan adalah makanan yang terbentuk karena perpaduan budaya
antara orang asli Indonesia dan pendatang asing yang bukan hanya berasal dari etnis Cina.
Bagi Anda yang baru pertama kali ini mendengar istilah “makanan peranakan” mungkin tak menyangka jika jenis makanan ini adalah makanan rumahan yang lumrah disantap sehari-hari. Seperti pindang bandeng, tahu kecap, sosis daging sapi, semur daging, tumis buncis, laksa, atau lontong Cap Go Meh. Hidangan-hidangan sajian ini merupakan yang lahir dari perpaduan antara budaya asli Indonesia dengan budaya asing atau pendatang, seperti Cina dan Belanda.
Tiada Duanya dan Selalu Mengundang Rindu Baik hidangan asli khas daerah maupun makanan peranakan, sajian kuliner Indonesia punya satu ciri khas, yaitu rasa. Spicy adalah istilah yang seringkali digunakan untuk menggambarkan rasa khas masakan lndonesia. Berasal dari kata spice yang berarti rempah, rasa spicy yang ditemukan dalam hidangan-hidangan Indonesia berasal dari biji rempah-rempahyang tumbuh subur di negeri ini, seperti cengkeh, pala, dan lada.
Begitu khas rasa yang dihasilkan oleh biji-bijian ini, mendorong bangsa Eropa berbondong-bondong mengunjungi Indonesia di abad 19. Bagi orang yang memiliki pengalaman tinggal di belahan Eropa dan Amerika, komentar-komentar mengenai kekhasan rasa ini pasti sering Anda dengar. Namun, tidak hanya di Eropa atau Amerika Anda, di sesama negara Asia-pun, seperti Malaysia, Thailand, dan India, yang notabene punya kemiripan alam dan budaya, tetap berbeda rasanya.
Oleh karena itu, penduduk Indonesia gampang merasakan gen pada kampung halaman jika sudah lama tak bersentuhan dengan Tanah Air. Khususnya pada hidangan khas Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara tempat mereka berada. Tidak mengherankan jika banyak pelancong asal Indonesia yang seringkali “tertahan” di bagian pemeriksaan bagasi beberapa bandara internasional karena kepergok membawa terasi, sambal goreng, rendang, abon, atau jenis-jenis makanan tradisional lainnya. Hal ini semata-mata mereka lakukan untuk mengobati kerinduan akan “makanan rumah”.

Enjoy Your Varieties!

Seperti kekayaan dam lainnya, penduduk Indonesia juga perlu berterima kasih atas keragaman kuliner yang dihasilkan oleh negeri ini. Sayangnya, seringkali kita lupa akan kekayaan ini dan akhirnya semakin lama warisan masakan tradisional ini hilang tertelan oleh masa. Terlebih dengan semakin maraknya kehadiran berbagai resto atau fastfood internasional. Tanpa usaha pelestarian, bukan tak mungkin suatu hari nanti kita tidak dapat lagi merasakan nikmatnya gado-gado atau segarnya es teler, karena semakin sulitnya mencari makanandan minuman sederhana yang kaya rasa ini.

Aneka Cemilan

1. Lapek Bugih
lapek bugih
Kue ketan berisi gula merah atau gula pasir ini, ditaburi kelapa parut, dibungkus daun pisang, lalu dikukus dengan santan. Rasanya lezat luar biasa, terutama jika dimakan hangat-hangat di pagi hari. Di Padang, tepatnyadi Toko Ayu di Jl. Thamrin atau jika sedang di Bukit Tinggi kue ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di mana-mana. Sayangnya,Lapek Bugih tidak bisa disimpan lama-lama. Tanpa pendingin, daya tahannya hanya sampai 6 jam.
2. Batagor
batagor-bandung
Bakso tahu goreng (Batagor) memang menjadi cemilan yang nikmat dan ringan. Ikan tenggiri yang masih segar, menjadikan Batagor terasa harum dan gurih. Batagor Kingsley yang terletak di Jl. Veteran, Bandung, dan Batagor Riri
yang ada di Jl Burangrang, Bandung, adalah dua gerai batagor paling yummy.
3. Jalangkote
jalangkote
Semacam lumpia berisi tauge dengan saus khas Makassar. Ditambah air tahu (susu kedelai) yang biasanya disajikan sebagai “teman” Jalangkote. Dulu Jalangkote hanya dijual secara tradisional oleh anak-anak kecil atau nenek-nenek yang berkeliling. Kini, lumpia khas Sulawesi ini, bisa Anda cari dengan mudah di Jl. Lasinrang, Makassar.
4. Kue Dange
kue-dange
Jajanan spesial khas Sulawesi Selatan ini rasanya legit, Kue Dange namanya. Bila sedang menuju Kota Pare Pare, yaitu di poros jalan kota Pangkep, tepatnya di daerah Segeri Peseng, Anda akan menemukan deretan warung kecil yang menjual kue ini. Adonan kue yang terbuat dari campuran parutan kelapa, gula merah dan ketan hitam ini dimasukkan ke dalam cetakan dari tanah liat yang sudah dipanaskan. Lalu cetakan ditutup terbalik dengan alas daun pisang. Setelah matang, kue akan disiram dengan gula merah.
5. Surabiah
surabiah
Serabi khas Samarinda yang bertekstur lembut ini, ada yang asin dan manis. Serabi asin dicampur dengan abon ikan, sedangkan yang manis diberi tambahan saus durian. Biasanya Surabiah asin akan dimasak setengah matang lalu diberi abon dan dibalut dengan daun pisang untuk dimakan panas-panas. Sedangkan Surabiah manis lebih enak disantap saat dingin, terutama bila saus duriannya sedikit kental.
6. Kemplang
kemplang
Sejenis kerupuk berbentuk bulat pipih yang terbuat dari ikan, kulit ikan, cumi atau udang yang dicampur dengan adonan sagu. Setelah padat dan mengeras, adonan dijemur dan dikeringkan selama beberapa hari lalu digoreng. Rasanya yang asin dan gurih, makin nikmat dengan tambahan sambal yang pedas dan kecut. Ingin mencobanya? Silakan kunjungi Toko Supardi di Jl. Gajah Mada No. 104 atau Toko LCK di Jl. Jend. Sudirman No. 30. Pangkal Pinang, Bangka.
7. Tahu Gimbal
tahu-gimbal
Makanan ini mirip Tahu Telur di Jawa Timur. Bedanya, Tahu Gimbal ditambahkan potongan udang yang dibungkus tepung, digoreng kering menyerupai bakwan udang, lalu dipotong-potong sebesar ibu jari. Inilah yang disebut gimbal.Potongan gimbal ini dicampur tahu goreng, irisan telur dadar dan tumisan kol, lalu disiram bumbu yang
terbuat dari kacang, petis, kecap, bawang merah, bawang putih, garam dan merica. Tambahkan sambal sesuai selera. Anda bisa menyantapnya dengan nasi atau lontong, atau langsung menyantapnya. Tahu Gimbal Pak Man yang terletak di Jl. Plampitan No. 54, Semarang ini adalah salah satu yang terbaik.
8. Serabi Notosuman
serabi-notosuman-solo
Serabi Notosuman adalah salah satu ciri khas Kota Solo. Serabi legendaris ini telah berdiri sejak tahun 1923 dan sekarang sudah dijalankan oleh generasi ke-4. Walau demikian, resep yang dipergunakan masih sama dan dimasak dengan cara yang juga sama. Serabi asli Solo ini tidak disiram dengan kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manis dan gurih. Bentuknyapun seperti Kue Ape dengan bagian pinggir yang keringdan renyah.
9. Asma Rujak
asma-rujak
Berisi ketimun, bengkoang, nanas, tahu, kepiting dan udang. Selanjutnya, bahan-bahan ini akan disiram bumbu kacang yang kental. Wuih… segar sekali rasanya jika disantap saat siang hari. Rujak ini dengan mudah bisa Anda temui di Kota Tanjung Pinang, atau bisa juga Anda mampir ke Rumah Makan Pagi Sore di Tanjung Pinang.
10. Pisang Epe
pisang-epe-makassar
Pisang setengah matang ini dipipihkan lebih dulu sebelum dibakar. Setelah itu akan disiram dengan saus yang beragam. Ada saus gula aren, durian atau cokelat. Bisa juga ditambahkan parutan keju. Menikmati Pisang Epe di pinggirPantai Losari sambil menunggu matahari tenggelam sungguh sangat romantis bila dilewati bersama pasangan.
Menggugah selera Anda? yuuuk, kita cari dan temukan makanan dan minuman tersebut.

http://www.sejutablog.com/wisata-cita-rasa-kuliner-indonesia/

Jalan - Jalan Ke Solo

Daftar Obyek Wisata Kuliner

Kota solo merupakan salah satu surga wisata kuliner Indonesia. Kota ini mempunyai berbagai makanan khas yang menggugah selera seperti Timlo Solo, Nasi Liwet, Tengkleng, dan Serabi. Berbagai panganan ringan khas Solo yang terkenal antara lain adalah Serundeng, Abon, Aneka Keripik, dan Intip Goreng.
Berbagai makanan enak dapat dengan mudah ditemui disini, rasanya wisata satu bulan di kota ini pun masih jauh dari cukup untuk menikmati semua kelezatan kuliner di kota ini. Jadi jangan heran jika berat badan anda bertambah jika setiap hari anda berwisata kuliner di kota ini.
Food Sites :
Tengkleng, Para penikmat kambing pasti tidak asing dengan Tengkleng yang merupakan salah satu ciri khas kuliner Solo yang wuenak tenan ….
a. Tengkleng Pasar Klewer , tepat di deket gapura pasar klewer (deket tempat parkir Mesjid Kraton). 08.00-13.00. Ini menu wajib bagi fans kuliner terutama bagi penikmat kambing, sebaiknya jangan datang terlalu siang karena pasti sudah habis.
b. Tengkleng, Genthan , Laweyan, selatan Tugu Pajang, dekat Pak Solet,emperan, jam 8.00-13.00
Bakso, Jika berbicara mengenai bakso mungkin Solo se-karesidenannya merupakan “pengekspor” penjual bakso paling banyak di Indonesia. Nah saatnya merasakan bakso-bakso Solo langsung di kota aslinya.
a. Bakso Pak Ruk , di Jalan Terusan Honggowongso, (deket tugu).09.00- 21.00, Bakso yang menggugah selera. Jangan lupa pesan “balungan” sebagai menu tambahan bakso biasa.
b. Bakso Pak Alex (Jalan Honggowongso) depan Novotel. Bakso Urat yang selalu ramai.
c. Bakso Notosuman, Jl.Prof.M.Yamin No.15, Notosuman, 0271.635789, jam 12.00-21.00
d. Bakso Kalilarangan: Jl.Kalilarangan No.17, jam 12.00-21.00
Wedangan, Sekarang makin banyak ditemui. Wedangan ini biasa disebut juga HIK (Hidangan Istimewa Kampung), merupakan tempat yang uenak buat nongkrong sambil “ngeteh” / “ngopi” dan “disambi” / sembari menikmati Hidangan Istimewa Kampung yang ada
a. Wedangan Pak Kumis di emperan stadion manahan. Buka jam 18.30-selesai. makanannya seperti angkringan pada umumnya.
b. Angkringan Muji di ujung selatan Jalan Honggowongso (deket pertigaan dengan Jalan Veteran). buka 18.30-selesai.
c. Angkriman Pak Kemin di dekat monumen pers, solo.
d. Wedangan Pak Item di sekitar Solo Baru
e. Wedangan Pak Wiryo, Jl Perintis Kemerdekaan daerah purwosari
Soto, Mungkin sudah lazim dijumpai dimana-mana tapi beberapa Soto di kota ini memang benar “wuenak tanan” dan sangat terkenal.
a. Soto Gading di daerah Gading, Selatan Keraton Surakarta-arah ke wonogiri.
b. Soto Triwindu, dalam pasar Triwindu, belakang Balai Muhamadiyah,Jl.Teuku Umar, jam 7.00-21.00.
c. Soto Ngasem, dekat perempatan pertama dari lanud Adi Sumarmo kearah Solo/Kartosuro jam 7.00-20.00
d. Soto mBah Hadi, Jl.Teposanan 24, belakang Sriwedari arah ketimur, utara jalan, jam 8.00-13.00
e. Kroncongan , Jika ingin melihat dan mendengarkan kroncong asli sambil makan soto. Soto Ledokan, sebelah barat terminal Kartosuro, utara jalan, jam 6.00-11.00
Bestik Jawa , Harjo Bestik di Jalan Dr Rajiman (sore ampe malam)

Pecel Bu Ugi, Tawangmangu. Pecel paling seger karena sayur yang digunakan merupakan hasil langsung dari tawangmangu, menu wajib di tawangmangu.
Kupat Tahu depan Hotel Sahid Sala, Jalan Gajah Mada.
Bakmi Jawa Pak Doel, Jalan Imam Bonjol atau dekat Pasar Kabangan,Laweyan. Buka sore-ampe malam.
Cemilan, Onde-onde notosuman. Satu jalan dengan surabi Notosuman.
Nasi Liwet , Merupakan menu wajib bagi pecinta kuliner. Yang paling terkenal mungkin adalah nasi liwet Bu Wongso Lemu yang terletak di Keprabon Kulon Solo dan sudah berdiri sejak 1950. Selain itu ada cukup banyak pula yang berjualan ideran pagi hari, jam 5.00-10.00
Brambang Asem, Tumpang: Mekar Sari Jl.Honggowongso No.91 A, utara perempatan Pasar kembang, Barat jalan, jam 10.00-21.00
Sate Kambing
a. Mbok Galak, Jl.Letjen Suprapto, Sumber, Nusukan, timur pertigaan,utara jalan, jam 7.00-14.00
b. Sate Darso,: selatan pertigaan sebelum pasar Pengging, barat jalan,dekat rumah Gogon, jam 7.00-14.00
c. Sate Buntel Pak Bejo Jl.kapten Mulyadi, Lojiwetan, belakang/timur benteng. Jam 7.00-13.00 (Daging kambing cincang yang dibakar dengan bumbu sate)   
Sate kere/Sate sapi/Sate tempe gembus
a.Yu Rebi-1: Teposanan belakang Sriwedari, utara jalan, timur perempatan RS Jiwa Mangkujayan, jam 10.00-15.00
b.Yu Rebi-2, Penumping, barat perempatan RS Jiwa Mangkujayan, utara jalan, jam 15.00-21.00
Tahu Kupat, Pak Midin, Jl.Museum, Sriwedari sebelh timur, barat jalan, jam 7.00-21.00
Sosis Solo, Warung Kita: Jl.Honggowongso No.107 C, selatan Hotel Novotel, barat jalan, jam 9.00-21.00.
Ketoprak (Sotomi Solo) , Yu Nani, Jl.Gatot Subroto Sraten, timur lapangan Kartopuran sebelah selatan, emperan, utara jalan, jam 9.00-14.00
Getuk, Subur, Jl.Museum/Sriwedari sebelah barat jalan, los 1,2,3,jam 8.00-21.00
Martabak telor
a.Angkringan depan getuk Subur No.10, jam 17.00-21.00
b.Pak Wi, selatan pertigaan Jl.Honggowongso dan Jl.M.Yamin(Notosuman), barat jalan, jam 17.00-21.00
Pecel nDeso (bumbu pecel tidak pakai kacang tetapi pakai wijen),Pasar Besar pintu masuk utara, dasaran, jam 7.00-10.00. (diStadion Manahan juga sudah banyak)
Masakan Cina : Centrum, Jl.RE Martadinata No.200, Warungmiri, 0271.633 275, jam 11.00-21.00
Bakmi Jawa/Sop Ayam
a.Pak Solet, Genthan, Laweyan, selatan tugu Pajang, barat jalan masuk gang 50 m, jam 9.00-20.00
b.Pak Sri, Jl.Tipes, utara jalan, depan Nugroho motor, tenda kaki lima, jam 18.00-24.00
Ayam Goreng, Ayam Goreng Kleco, dekat tugu perbatasan kota, Pabelan, utara jalan, jam 12.00-21.00
Ayam Bakar
a.Ojo Gelo, Jl.BrigJen Slamet Riyadi No.494, Purwosari, utara jalan, jam 8.00-21-00
b.Pengging, dekat sate Darso sebelum Pengging timur jalan, siang
Gudeg Bu Kasno,
Ini baru gudeg yang lain dari biasanya … gudeg ini menyediakan pula ceker ayam yang empuk dan dijamin pasti wuenak tenan . Biasanya satu orang bisa menghabiskan 10-20 ceker ayam. Jl.Monginsidi, Margoyudan, timur perempatan Banjarsari, barat SMAN I (dulu SMA Margoyudan), utara jalan, emperan, jam 02.00-05.00
Serabi Solo
a.Serabi Notosuman Jl.Prof.M.Yamin No.52, Notosuman, jam 06.00-18.00
b.Serabi Gajah, Timur Balapan, bawah jalan layang rel KA, jam 8.00-12.00
Abon, Srundeng, Intip, Usus ayam,Cabuk Toko Abon Varia, Jl.Coyudan No.114, utara jalan, 0271.637844, jam 9.00-20.00
Cabuk Rambak, Pasar Besar pintu timur, dasaran, jam 7.00-12.00
Roti Mandarin, Toko Orion, Jl.Urp Sumohardjo No.92, Mesen, jam 09.00-21.00
Gembukan, Janggelut: Jl.KH.A.Dahlan, utara pertigaan Jl.Slamet Riyadi, timur jalan, selatan Hotel Kusuma Sahid . jam 18.00-21.00.
Roti Kecik, Roti Ganep, Jl.Sutan Syahrir No.178, tambak Segaran, jam 09.00-21.00.
Es Krim: Tentrem Ice Cream Palace, Jl..Urip Sumohardjo No.93/97 Telp. 0271635597, jam 10.00-21.00
Dawet, Pasar Besar sebelah dalam, jam 7.00-11.00
Beras Kencur, Pak Sumardi, Jl.Tamtaman II No.99, Baluwarti, timur kraton, masuk gang, 0271.652811, botolan untuk dibawa, jam 8.00-20.00
Rujak, Lotis : Bu Slamet, Jl.Gatot Subroto , Kemlayan, selatan toko Busana Jawi, timur jalan, iam 10.00-14.00
Aneka es , Es Masuk, Jl.Kratonan, utara perempatan Gemblegan, timur jalan, jam 10.00-19.00
Cao Gletak, Pasar Grogol, timur jalan, jam 7.00-14.00. Tetes gula cao gletak, Pasar Sukohardjo sebelah utara, tempat penitipan sepeda, selatan jalan.
Kulit Ceker Ayam Goreng: Jl.Dr.Rajiman kearah Pajang, sebelum Tugu belok selatan, sebelum tanjakan, timur jalan, Bratan, Laweyan.jam 07.00-20.00
Karak : Mbah Wig, Bratan, Laweyan, selatan No.32 ada pertigaan telepon umum belok kanan, 10 m dari pertigaan, selatan jalan, rumah hijau.
Tongseng Bokong Kambing, Pas pertigaan Jl.Dr.Rajiman dan Jl.Agus Salim (Tugu Lilin) Laweyan, selatan jalan. Bokong kambing sudah dipajang, pilih sendiri yang kecil cukup untuk 3 orang, minta jangan terlalu manis, jam 09.00-14.00
Bebek Goreng :
a. H. Slamet, Gembongan Kartosuro , dari arah Kartosuro menuju Solo. Wuenak Tenan dan sudah memiliki banyak cabang di kota Solo.
b. Bu Siswo, Dari Solo lewat Klaten, +/- 1km sebelum pabrik gula Klaten, selatan jalan, desa Gondang, jam 7.00-5.00, istirahat jam 09.00-15.00.
c. Barat Stasiun KA Prambanan +/- 50m utara jalan jam 7.00-19.00, istirahat jam 09.00-15.00
Belut Goreng : Depan pasar Pengging pertigaan, barat dan utara jalan, jam 7.00-19.00

Kuliner Jogja

 Lotek

Makanan yang tidak pernah ketinggalan saya cari di  Jogja adalah Lotek, bukan “low tech” :-) walaupun masaknya memang tidak perlu teknologi yang canggih-canggih.. seperti halnya pizza (weleh.. lotek kok ditandingin sama pizza.. garing ah.. hehehehe). Sebenarnya bikin lotek sendiri di rumah sih bisa aja.. gak sulit-sulit amat kok… tetapi kalau di warung-warung Lotek di Jogja.. rasanya kok beda yach.. lebih joss gitu. Ada beberapa warung lotek di Jogja yang bisa didatangi.. seperti Lotek “Teteg” punya bu Untung di Teteg Wetan Stasiun KA Lempuyangan, Lotek bu Sugeng di jl. Argolubang Baciro, Lotek Bu Bagyo di Jl. Moses Gatutkaca dekat UAJ, dan lain-lain… biasanya disamping Lotek mereka juga menyediakan menu Gado-gado..
Seperti apa sih Lotek… hmmm.. gimana ya nggambarinnya.. mungkin seperti pecel, gado-gado, karedok, dsb.. tapi ini beda.. bumbunya kacang tanah digoreng kemudian diuleg.. dengan bawang putih, kencur, daun jeruk purut, trasi, garam, dan lombok rawit (buat yang suka pedes).. ditambah gula jawa dan air asem (rendaman asem jawa) tambah air sedikit.. lalu ditaburi sayuran seperti bayam, kacang panjang, kangkung, yang direbus dulu.. lalu irisan kubis mentah, tomat, timun.. tambah irisan tahu bacem buat yang suka… dan daun sledri.. kupat dan krupuk… hmmm.. maknyusss…. :-)


Kali ini saya mampir di warung Lotek “Bu Bagyo” yang ada di Jl. Moses Gatutkaca di daerah Colombo – Gejayan.. disamping yang saya tulis di atas.. disini ditambah dengan irisan bakwan goreng (yang dimaksud bukan bakwan jawa timur loh.. mungkin kalau di jawa timur nyebutnya “ote-ote” yach… ) Duh.. jadi laper deh…
:-)

  

 

Wedang Uwuh, Wedang “Sampah” Khas Imogiri

“Uwuh” dalam bahasa Jawa bermakna “sampah”. Sampah yang dimaksud adalah sampah dedaunan organik.
Namun di Imogiri, Wedang Uwuh justru menjadi minuman khas. Meski bernama “uwuh”, namun minuman justru menyegarkan dan menyehatkan.

Kok bisa?

Makam raja-raja Yogyakarta dan Surakarta yang sering disebut dengan Pajimatan Imogiri ini rupanya mempunyai tradisi kuliner yang unik. Salah satunya adalah Wedang Uwuh.
Disebut demikian memang karena penampilan minuman ini mirip-mirip “uwuh” atau “sampah dedaunan”.
Terang saja, di dalam gelas, terdapat berbagai macam rempah dan dedaunan, antara lain potongan jahe gepuk yang dibakar, serutan kayu manis, serutan kayu cengkeh, daun cengkeh, daun pala, secang, dan gula batu yang diseduh dengan air mendidih.

Warna air yang merah cerah terbentuk dari air seduhan secang. Bau harum muncul dari aroma kayu manis. Rasa hangat-pedas terbentuk dari jahe dan dedaunan rempah lainnya.
Akibat racikan berbagai rempah inilah, wedang yang sering juga disebut dengan Wedang Jahe Cengkeh ini dipercaya berkhasiat dan mampu menjaga kesehatan badan.
Waktu yang pas untuk menikmati wedang ini tentu saja ketika cuaca dingin. Bisa juga menikmati wedang ini setelah lelah berolah raga di seputaran Pajimatan Imogiri.
Ya, suasana Pajimatan Imogiri di Minggu pagi memang ndak jauh beda dengan Bunderan UGM yang selalu ramai dengan orang-orang yang hendak berolah raga atau sekedar berwisata bersama keluarga.
Lebih nikmat lagi bila menikmati wedang ini ditemani dengan Pecel Kembang Turi, yang banyak juga dijual di tempat ini. Hm..
Uniknya lagi, semua bahan pembuat wedang ini tersedia di kawasan ini. Pohon Pala, pohon Cengkeh, pohon Secang, Kayu Manis semua ada di kawasan berbukit yang rindang ini.Berkunjung ke Makam Imogiri tentu menjadi kurang lengkap bila belum mencoba Wedang Uwuh.

Geblek Kulon Progo
Kabupaten Kulonprogo tidak hanya Tempe Benguk tetapi juga memiliki makanan khas lainnya yakni Geblek. Makanan Geblek ini pun menjadi salah satu identitas lokal Kabupaten Kulonprogo, seperti halnya gudeg bagi Yogyakarta. Geblek merupakan salah satu jenis makanan yang dibuat dengan bahan baku berupa tepung kanji atau tepung tapioka, hanya saja tepung tapioka yang digunakan adalah tepung tapioka basah. Tapioka basah ini didatangkan ke pembuat geblek dalam adonan yang sudah basah yang bisa dipotong-potong dan disesuaikan ukurannya.


Lazimnya, geblek dibuat dengan menggunakan tepung tapioka basah, selain harganya yang jauh lebih murah, warnanya pun bisa lebih putih. Sedangkan geblek yang dibuat dari tepung tapioka kering, selain harganya yang mahal, geblek yang dibuat pun akan berwarna keabu-abuan atau kebiruan.

Untuk membuat geblek yang enak, pertama-tama tepung tapioka basah dikukus - tidak sampai matang – dan setelah itu tepung tapioka yang memadat itu diplintir dan digilas sambil dibumbui garam. Kemudian adonan yang berbumbu garam tadi kembali dikukus selama kurang lebih 10 menit. Setelah dikukus, adonan tadi kemudian ditiriskan sebentar untuk kemudian dibumbui dengan bawang putih yang sudah dihaluskan. Adonan setengah matang ini untuk selanjutnya dibentuk bulat-bulat dan digandengkan masing-masing terdiri atas dua bulatan sehingga membentuk huruf 8. Adonan inilah yang siap digoreng dan disajikan.

Masyarakat yang datang maupun pergi dari Kulonprogo, biasanya menginginkan untuk membawa oleh-oleh berupa geblek, itupun dibawa dalam wujud masih mentah belum digoreng. Sebab jika membawa geblek yang sudah digoreng, maka lebih dari 8 jam geblek akan terasa keras bila digigit dan sudah tidak enak lagi rasanya.

Penyebutan geblek ini sendiri harus dicermati karena huruf “e” pertama dibaca seperti “e” pada membaca, sedangkan huruf “e” kedua dibaca seperti “e” pada ember.

B. Keistimewaan

Geblek mentah memiliki keistimewaan yakni dapat bertahan selama 4 hari tanpa pengawet. Jika melebihi 4 hari, maka geblek yang siap digoreng ini akan mengeras dan tidak enak, dan bila digoreng pun rasanya sudah tidak gurih lagi. Sementara geblek yang sudah digoreng atau sudah matang, biasanya hanya mampu bertahan selama 1 hari. Jika lebih dari satu jam, geblek biasanya akan terasa keras.
Geblek harus disantap dalam keadaan hangat. Artinya, begitu selesai digoreng sebaiknya segera disantap, karena dalam kondisi hangat atau sehabis digoreng, geblek akan terasa garing di bagian luar namun lembek dan sedikit kenyal di bagian dalam. Geblek yang baik adalah geblek yang tidak keras sehabis digoreng. Selain itu, geblek yang baik apabila digoreng akan terasa sedikit berongga di bagian dalamnya sehingga lebih memberikan kesan lunak atau empuk. Selain itu geblek yang baik juga berwarna putih sekalipun tanpa pewarna.

Jika Anda merasa kurang sreg dalam menyantap geblek saja, Anda bisa menyantapnya bersama besengek tempe benguk yang juga menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Kulon Progo. Kedua makanan ini sangat pas jika disantap dalam kondisi hangat dengan ditemani secangkir teh hangat. Perpaduan ketiganya menimbulkan sensasi rasa di mulut yang cukup menggoda. Penasaran dengan kenikmatan rasa geblek ? Datang saja ke Kulon Progo.

C. Lokasi

Dusun Bejaten, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo atau bisa ditemui di pasar-pasar tradisional di Kulonprogo, seperti Pasar Wates. Untuk geblek yang sudah digoreng, sangat mudah ditemui di Pasar Wates tepatnya di lantai 2.

D. Harga

Harga geblek yang sudah matang yang dijual di pasaran relatif murah yakni Rp. 2.000,00 per bungkus (tahun 2010). Harga murah ini tentunya sangat terjangkau apalagi rasanya cukup gurih. Penasaran ? Saatnya berburu geblek.
sumber:Geblek, Makanan Khas Orang Kulon Progo

Senin, 28 Maret 2011

Minuman Indonesia


Minuman paling umum dan populer di Indonesia adalah teh dan kopi. Rumah tangga Indonesia biasanya menyajikan teh manis dan kopi tubruk untuk tamu. Sejak masa kolonial Hindia Belanda, perkebunan terutama di Jawa terkenal sebagai penghasil teh, kopi, dan gula. Sejak saat itu teh dan kopi panas digemari oleh warga Indonesia. Teh hitam melati adalah jenis teh yang paling populer di Indonesia, akan tetapi karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan, teh hijau mulai digemari. Biasanya kopi atau teh disajikan sebagai minuman panas atau hangat, akan tetapi es teh manis dingin juga digemari. Teh botol adalah minuman teh melati manis dalam kemasan botol yang digemari di Indonesia, bahkan bersaing dengan minuman ringan soda mancanegara seperti coca cola dan fanta. Kopi susu adalah versi Indonesia untuk Café au lait.
Jus buah-buahan juga sangat populer, antara lain jus jeruk, jus jambu, jus mangga, jus sirsak, dan jus alpokat yang biasanya disajikan dengan ditambah susu kental manis coklat atau putih sebagai minuman pencuci mulut.
Jus alpokat dengan susu coklat
Banyak minuman populer berdasarkan es dan dapat dikategorikan sebagai minuman pencuci mulut. Es yang populer antara lain es kelapa muda, es cincau, es cendol atau es dawet, es kacang merah, es blewah, dan es rumput laut.
Minuman panas yang manis juga dapat ditemukan, seperti bajigur dan bandrek yang khususnya populer di Jawa Barat. Minuman hangat ini dibuat dari santan dan gula jawa dengan campuran rempah lainnya. Sekoteng (minuman susu hangat dengan kacang, potongan roti, dan pacar cina) dapat ditemukan di Jawa Barat dan Jakarta. Wedang jahe (minuman jahe hangat) dan wedang ronde (minuman hangat dengan bola-bola ubi) khususnya populer di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, umat muslim Indonesia diharamkan untuk meminum alkohol. Akan tetapi sejak zaman kuno suku bangsa asli di kepulauan Nusantara telah mengenal minuman beralkohol. Berdasarkan kabar dari China, masyarakat Jawa Kuna meminum semacam arak yang disadap dari kelapa yang disebut tuak. Kini tuak bertahan dan populer di kawasan suku BatakSumatera Utara yang kebanyakan beragama Kristen. Kedai minum tradisional Batak yang disebut lapo tuak menyajikan tuak. Di Solo, Jawa Tengah, ciu(adaptasi lokal arak China) juga dikenal. Brem (arak beras) Bali botolan juga populer di Bali. Indonesia juga mengembangkan bir merek lokal seperti Bir Bintang dan anker beer.

Mie Ramen

Ramen (拉麺;ラーメン?) adalah masakan mi kuah Jepang yang berasal dari Cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba (中華そば soba dari Cina?) atau shina soba (支那そば?) karenasoba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi.


Ciri khas

Rebusan mi hasil buatan tangan atau buatan mesin diceburkan ke dalam sebuah mangkuk berisi kuah yang dibuat dari berbagai jenis kaldu (umumnya dengan dasar kaldu babi). Pada umumnyachasiumenma, dan irisan daun bawang ditambahkan di atas mi sebagai lauk atau penyedap.
Mi yang biasanya berwarna kuning dibuat dari terigu dengan kadar gluten tinggi ditambah air dan bahan kimia tambahan seperti potasium karbonatnatrium karbonat dan kadang-kadang asam fosfat. Bahan-bahan kimia yang bersifat alkali mengubah sifat alami gluten dalam tepung terigu dan membuat mi menjadi kenyal sekaligus mengaktifkan senyawa flavonoid yang terkandung dalam tepung terigu sehingga mi berwarna kuning. Perbandingan air dan tepung terigu adalah kira-kira 1 : 35%, semakin banyak air maka semakin lunak pula mi yang dihasilkan.
Pada zaman dulu pembuatan mi di Cina menggunakan air asin dari danau Kan di pedalamanMongolia yang mengandung garam mineral alami. Di Jepang, bahan kimia tambahan untuk membuat mi sampai sekarang ini masih disebutkansui (鹹水, secara harafiah: air dari Danau Kan). Seusai Perang Dunia II, bahan kimia tambahan untuk mi yang berbahaya untuk kesehatan banyak beredar di pasaran, tapi sekarang bahan kimia tambahan sudah diatur dalam standar JAS. Bahan kimia tambahan untuk mi juga mempunyai bau tidak enak yang sering tidak disukai orang, sehingga di Jepang juga dibuat mi yang menggunakan telur sebagai pengganti bahan kimia.
Di atas ramen umumnya ditambahkan penyedap berupa beraneka ragam lauk seperti: chasiumenma, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang, nori, atau narutomaki sebagai hiasan. Telur rebus untuk ramen biasanya berwarna coklat karena direbus di dalam kuah bekas rebusan chasiu. Sayuran sekaligus penyedap yang paling umum untuk ramen adalah irisan daun bawang. Sebelum ditambahkan ke dalam ramen, sebagian penjual ramen lebih dulu menggoreng irisan daun bawang di dalam minyak goreng.
Berkas:Fresh ramen noodle 001.jpg

Kuah

Ramen adalah makanan rakyat banyak di Jepang. Kuah ramen mempunyai banyak sekali variasi rasa yang ditentukan oleh jenis kaldu yang digunakan, bumbu dan lauk yang ditambahkan di atas mi. Bahan-bahan produksi lokal dari berbagai daerah sering digunakan untuk menghasilkan rasa lokal yang khas dan disukai penduduk setempat.
Kaldu untuk kuah bisa diambil dari campuran berbagai bahan seperti tulang babi, tulang sapi, tulang ayamkatsuobushisababushiniboshi,konbu, kacang kedelai gongseng, shiitakebawang bombay atau daun bawang.
Ramen bisa digolongkan berdasarkan jenis-jenis kuah misalnya kuah rasa kecap asin, kuah rasa tonkotsu (tulang babi), rasa shio (garam), dan rasa miso.(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Kamis, 24 Maret 2011

Resepnya cupcake

Sebuah cupcake standar menggunakan bahan dasar yang sama seperti kue berukuran standar: mentega, gula, telur, dan tepung. Hampir setiap resep yang cocok untuk kue lapis bisa digunakan untuk memanggang cupcakes. Karena ukurannya yang kecil mereka lebih efisien untuk konduksi panas, cupcakes panggang jauh lebih cepat daripada kue lapis.Varian kue coklat kupu-kupu,plain kupu-kupu kue, dan sebuah panci cupcake, terbuat dari baja kaleng.



Awalnya, cupcakes yang dipanggang di cangkir gerabah berat. Beberapa tukang roti masih menggunakan ramekins individu, mug kopi kecil, cangkir teh besar, atau kecil lainnya ovenproof tembikar-jenis hidangan untuk baking cupcakes.

Panci khusus dibuat untuk cupcakes baking, serupa dengan formulir pada kaleng muffin. Panci ini ovenproof yang paling sering terbuat dari logam, dengan atau tanpa permukaan non-stick, dan secara umum memiliki enam atau dua belas depresi atau "cangkir". Mereka juga dapat dilakukan dari keramik, karet silikon, atau bahan lainnya. Secangkir ukuran standar adalah 3 inci (76 mm) dengan diameter dan memegang sekitar 4 ons (110 g), meskipun panci untuk kedua cupcakes ukuran mini dan jumbo ada. panci Spesialis mungkin menawarkan berbagai ukuran dan bentuk.

cangkir Individu, atau cupcake liners, dapat digunakan dalam baking. Ini biasanya bulat lembar kertas tipis ditekan menjadi bulat, bentuk cangkir bergalur. Liners dapat memfasilitasi penghapusan mudah dari cupcake dari timah setelah baking, menjaga kelembaban cupcake, dan mengurangi usaha yang diperlukan untuk membersihkan panci. Penggunaan liners juga dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat bila cupcakes sedang dilewatkan dari tangan ke tangan. Seperti panci cupcake, beberapa ukuran kertas liners tersedia, dari miniatur untuk jumbo.

Selain kertas, cupcake liners dapat dibuat dari aluminium foil yang sangat tipis atau, dalam versi non-sekali pakai, karet silikon. Karena mereka bisa berdiri sendiri foil mereka, dan pembebat silikon juga bisa digunakan di atas loyang datar, yang membuat mereka populer di kalangan orang-orang yang tidak memiliki timah muffin khusus. Beberapa liners kertas terbesar tidak bergalur dan terbuat dari kertas tebal, sering digulung di tepi atas kekuatan tambahan, sehingga mereka juga bisa berdiri secara independen untuk baking cupcake tanpa timah. Beberapa tukang roti menggunakan dua atau tiga garis kertas tipis, bersarang bersama-sama, untuk mensimulasikan kekuatan secangkir foil tunggal.

Sebagai alternatif untuk sepiring kue individu, beberapa tukang roti tempat cupcakes standar menjadi pola dan beku mereka untuk menciptakan sebuah rancangan yang besar, seperti sekeranjang bunga atau kura-kura.